REKOR AGREGAT DALAM SEJARAH SEPAK Bandarqq BOLA

Bandarqq

REKOR AGREGAT DALAM SEJARAH SEPAK Bandarqq BOLA

 

 

Kemenangan Bayern Munich atas Sporting Lisbon menorehkan rekor. Skor kemenangan agregat 12-1 atas Sporting adalah sebuah rekor baru agregat di Liga Champions.Pada pertandingan di Allianz Arena, Rabu (11/3/2009) dinihari WIB, Munich lolos ke babak perempatfinal setelah di leg kedua unggul 7-1.

Sedangkan di leg pertama dua pekan lalu raksasa Bundesliga ini sukses membantai Sporting dengan skor 5-0.

Kemenangan agregat 12-1 Munich tersebut merupakan sebuah rekor baru agregat di Liga Champions.

Skor tersebut mengalahkan rekor agregat sebelumnya yang dipegang oleh Olympique Lyon setelah unggul agregat 10-2 atas Werder Bremen.

Pada leg pertama Lyon unggul 3-0 dalam laga tandangnya dan akhirnya menang 7-2 di dalam pertandingan kandangnya saat musim 2004-2005.

Namun masih ada rekor besar agregat yang terjadi di Piala Eropa sebelum menjadi format Liga Champions.

Rekor tersebut dipegang oleh klub dari Portugal, Benfica, ketika berhasil mengatasi Dudelange dari Luxembourg dengan agregat 18-0.

Itu terjadi dari dua leg di putaran kompetisi pada musim 1965-66.

Sementara Chelsea dan Feyenoord masih menjadi pemegang rekro kemenangan agergat di kompetisi Eropa.

Kedua klub ini membuat skor kemenangan agregat 21-0 atas lawan mereka yaitu klub dari Luxemburg.

Chelsea mengalahkan Jeunesse Hautcharage saat di Piala Winner pada 1971-72. Sedangkan Feyenoord mengalahkan US Rumelange juga Bandarqq dengan agregat 21-0 saat Piala UEFA pada musim 1972-73.

 

KIPER PENJEBOL GAWANG LAWAN

 

Menjebol gawang lawan tentu saja bukan hak prerogatif striker. Kiper pun bisa melakukannya. Di Premier League, meski belum banyak, tapi ada tukang jaga gawang yang bisa pula menjebol gawang tim lawan.Kiper pertama yang berhasil melakukannya adalah Peter Schmeichel. Mencetak gol sesungguhnya bukan hal yang mengejutkan buat kiper legendaris Manchester United ini karena sepanjang karirnya dia mampu membukukan 10 gol.

Khusus di Liga Inggris dia cuma membukukan satu gol, itu pun tidak bersama “Setan Merah”. The Great Dane melakukannya bersama Aston Villa di musim 2001/02.

Sayang, sumbangan satu golnya tetap tak mampu menyelamatkan Villa dari kekalahan 2-3 atas Everton.Nasib Schmeichel setali tiga uang dengan Brad Friedel.

Meski mencetak satu gol ke gawang Charlton Athletic pada 21 Februari 2004, dia tetap tak bisa menghindarkan klubnya, Blackburn Rovers dari kekalahan 2-3.Kiper terakhir yang bisa mencatatkan namanya di papan skor adalah Paul Robinson. Aksi Robinson menjebol gawang Watford pada 17 Maret 2007 berakhir dengan kemenangan Tottenham Hotspur 3-1.

Jika umumnya kiper mencetak gol dari screeming bola mati di menit-menit akhir atau via tendangan penalti, Robinson melakukannya lewat eksekusi tendangan bebas. Uniknya, free kick-nya tersebut tidak di daerah berbahaya tim lawan, melainkan dari areal permainan sendiri. Dari jarak 88 meter, bola tembakan Robinson melayang jauh, memantul di kotak penalti Watford dan kiper Ben Foster melakukan blunder untuk mengantisipasi.